Membuat Efek Gitar Sendiri (guitar effect)

Sudah 6 tahun (terhitung dari masuk kuliah mpek lulus) aku jadi manusia Teknik Elektro, tapi baru kemaren sukses ngrakit rangkaian elktronika, weh sueneng banget, soalnya, aku bidang studi komputer, bukan elka, jadi wajar klo gitu aja sueneng (wekekekeke...pembelaan sepihak).

Kemaren bikin efek gitar yang dari dulu aku idam2in, aku nyari rangkaian ini dah dari kapan taon, tapi dulu smepet bikin dan ga bisa bunyi, sampek aku konsul sama kakek ayik juga buat nyari masalah ga bunyinya dimn, tapi ya gitu Ayik, bisa bunyiin, tapi ga mau kasih tau yang mana yang harus dibenerin.

Tapi akhirnya kemaren, termotivasi karena ga ada kerjaan, maklum pengangguran, dan semangat dari jemblung, akhirnya belanja2 sendiri, abis 22 ribu rupiah, itupun bisa dibikin 2 buah efek, soalnya semua komponen aku beli 2 kali kepbutuhan, takut ada masalah, daripada bolak-balik ke mulyosari.

Rangkaian efek dasarnya seperti ini.
Aku dapet rangkaian ini dari http://users.sa.chariot.net.au/~gmarts/ampovdrv.htm tapi aku rubah bebrapa bagian, capasitor input 0.001uF aku rubah dengan 0.003uF,biar noisenya ga terlalu besar sama capasitor disebelah rangkaian aray dioda aku ganti dengan kapasitor 0.047uF, biar sustain nya tambah panjang.

Belakangan baru aku tau klo rangkaian dari GMArts ternyata emang sudah dikenal banyak orang, dan memang sudah terbukti hasilnya memuaskan.

Untuk kemudian, aku rencananya mo bikin tone controlnya , pengennya sih 3 channel aja, bass, mid, ma treble aja cukup, biar bisa mirip metal zone. Tar di seri ma efek yang sebelumnya.

Rangkaian ini dah lumayan koq suaranya, low noise, dan distortionnya dah cocok buat heavy metal sama hip metal, buat solo juga keren. Seneng lah pokoknya.

Ni snap shot dari karyaku, maaf klo ga solderannya kriting, dan amburadul, maklum, amatiran.

1 comments:

Membuat gambar tulisan animasi bergerak online



Gambar animasi adalah gambar yang memiliki efek animasi (bergerak), gambar animasi dibentuk dari rangkaian gambar statis yang berseri dan ditampilkan secara bergantian dalam satu gambar animasi.


Gambar animasi berguna untuk menghias website, blog ataupun dokumen presentasi powerpoint menjadi lebih menarik.

Dibawah ini adalah tutorial cara membuat gambar tulisan dengan efek animasi menggunakan fasilitas online di situs www.flamingtext.com/animator



1. buka situs http://www.flamingtext.com/animator/
2. Pilih model animasi yang anda suka
3. Logo text : isi dengan tulisan text
4. klik icon copy value to all frames (di sebelah keterangan kolom isian) untuk menerapkan perubahan yg anda buat pada semua frame gambar
5. isi kolom isian yang lain sesuai kebutuhan :) (silahkan dicoba sendiri supaya cepat bisa )
6. generate animation (buat animasi)
7. tunggu hingga gambar tulisan animasi anda selesai otomatis :)
8. Semoga sukses

1 comments:

Nuansa Alam

Sketsa Mauemere:



"AIR TERJUN MURUSOBE "


MATA anak-anak muda itu mengarah ke sepeda motor Honda Beatku. "Sulit....sulit sekali," kata salah satu dari mereka. Saya menatap matanya, mencari kira-kira seberapa dalam keraguan disana. "Motor kakak tidak sanggup menempuh perjalanan ke sana. Terlalu kecil, jalanan berlubang," akhirnya begitu kalimat pemungkasnya. Sudah kutebak, mereka menyepelehkan sepeda motor imutku.

Saya melempar pandangan ke sekitar. Pasar Tanawawo cukup bergeliat riuhnya. Perempuan-perempuan dengan sarung gelap bermotif kuning kecoklatan hilir mudik. Tampilan mereka lebih teratur dibanding para pria. "Itukah jalan cabang ke Wolofeo?," tanya saya selanjutnya, melirik satu trek kecil di sebelah kanan pasar. "Ya, benar. Setelah itu kakak akan terus mendaki, melewati jalur yang hanya pas untuk satu sepeda motor dengan bongkahan batu atau lubang menganga dimana-mana."

"Saya akan melewati jalan itu," guman saya tak mau memposiskan diri sebagai pecundang. Apakah saya akan memilih mundur gara-gara ocehan anak-anak muda ini? No way! Saya sudah kepalang menghabiskan satu setengah jam berkendaraan kesini, tak ingin saya pulang dengan tangan hampa. Meski sadar, kata-kata mereka bukan sekedar gongongan untuk menakut-nakuti saya. Saya percaya mereka benar, tapi mungkin mereka salah menakar saya.

Mesin motor saya hidupkan lagi, senyum optimis kusunggingkan, " saya coba saja." Seorang lelaki tua yang sedari tadi hanya menonton kami dari belakang, menerobos kerumuman anak-anak muda itu, menggapai sepeda motorku dan berkata, " Memang kondisi jalan jelek, tapi saya kira boleh dicoba. Kalau berhasil, kamulah orang pertama yang sanggup mencapai Wolofeo dengan skuter."

SATU JAM sesudahnya saya seumpama peserta kompetisi motocross AMA Pro Racing tour. Tubuh saya terguncang terus menerus dengan rute tanjakan dan turunan ekstrim berbumbu batu gelondongan, kerikil, lubang sisa erosi, dan pastinya debu. Saya kesetanan, jika tanjakannnya panjang saya menarik gas kuat, pabila menghadapi turunan yang curam dan lama maka saya memencet rem seperti melarikan sebagian besar energi saya ke kedua telapak tangan.

Jawaban " Wolofeo masih jauhh.. ke atas" dari segelintir orang yang berpapasan di sepanjang jalan membuatku gelisah. Sampai kapan saya harus merelahkan kondisi saya terobang-ambing sendirian seperti ini? Saya beberapa kali menghentikan sepeda motor, merenggangkan badan sejenak. Di saat-saat seperti itu, berada dalam rangkulan alam, kutipan petuah-petuah pemacuh semangat dari banyak buku yang kubaca rasanya sangat menolong. Saya tentu terlecutkan gairahku. Ambil contoh mendengungan kembali kalimat ajaib Leo Buscaglia: The person who risks nothing, does nothing, has nothing, is nothing, and becomes nothing. He may avoid suffering and sorrow, but he simply cannot learn and feel and change and grow and love and live, membuatku merasa telah melakukan hal yang benar. Sakit di badan sepadan nikmatnya dengan menemukan bukit berwarna-warni. Saya menjadi-jadi jatuh cinta pada keliaran alam.

PENUNJUK waktu di layar ponselku menampilkan angka 12:21 ketika saya berhenti di depan sebuah bangunan sekolah; SD Inpres Detunaka-Wolofeo. Sampai juga akhirnya. Semestinya air terjun Murusobe terletak di sekitar sini. Saya mencoba menemukan bunyi desau air, berharap saya sudah tak perluh jauh-jauh lagi memacuh sepeda motorku.

Segerombolan bocah mendekati saya, melepaskan begitu saja kesibukan mereka bermain lempar-lemparan bola. Dengan lugu dan ceriahnya mereka mengatakan bahwa saya telah sampai di tujuan pencarian saya. "Sudah, berhenti disitu..!!!," seruh mereka serempak ketika saya meluncurkan motorku menuruni jalan rabat yang kelihatan masih baru. "Motornya di parkir disitu saja. Om harus jalan kaki melewati jalur sebelah kiri ini untuk mencapai air terjun," anak perempuan yang paling dewasa menjelaskan rute menujuh air terjun Murusobe. Tangannya menunjuk pada sebuah path kecil. Wah, baik hati sekali anak-anak ini.

Demi melindungi sepeda motor dari terik matahari langsung, saya berbalik kembali ke sekolah, masuk halamannya, menemukan tempat teduh lantas memarkir sepeda motorku. Menelusuri setapak kecil yang diarahkan anak perempuan tadi, saya semata bisu. Entah kemana suara-suara anak-anak itu, bayangan mereka sama sekali tak kelihatan saat saya menuruni bukit hingga berdiri di tepi sungai. Hanya terdengar riak sungai lalu ditimpali derik ranting maupun dedaunan yang jatuh luruh. Aneh, para bocah itu raib!

Insting menuntun saya mencari jalan sendiri. Sungai yang saya jejaki rasanya bukan sungai yang berhulu pada air terjun. Feeling itu datang begitu saya sehingga saya melewati sungai lalu masuk ke ladang seberangnya. Gemeretak ranting-ranting patah muncul terus. Di tengah hari seperti ini dan berjalan senidirian sebagai orang asing agaknya sedikit membuatku risau, jangan-jangan tempat ini ada 'apa-apa'nya!

Ujung dari ladang ini mempertemukan saya dengan jalan setapak baru. Terdengar gemericik sungai lagi dan saya yakin sekali inilah sungai yang berpangkal pada air terjun Murusobe. Saya berjalan di bawah rindangnya rumpun bambu, menelusuri setapak dengan kemiringan yang membawa saya pada petualangan agrowisata. Pohon-pohon kopi dengan buah yang telah berubah warna memberi keteduhan dan suasana adem. Sekali saya dikejutkan oleh suara 'bisik-bisik' disusul dahan yang bergoyang. Saya mencari bunyi dan gerakan aneh tersebut. Uh, ternyata hanya monyet-monyet hutan tengah berlompat-lompatan di sebuah pohon besar. Saya berharap mereka tidak agresif dan menyerang saya. Apa mata monyet melek terhadap warna merah seperti banteng matador? Mudah-mudahan tidak, saya mengenakan jacket berwarna merah terang soalnya....
LETAK air terjun masih berjarak. Sudah 500 meter sejak menyusuri setapak di lereng kebun kopi tapi ia belum muncul juga. Saya meniti dua bila bambu, seperti jembatan sepanjang sepuluh meter, setelahnya bermain lompat-lompatan dari satu batu ke batu yang lain. Ini ibarat melakonkan adegan serial tv kesayanganku waktu kecil dulu, Wiro Sableng. Biasanya dalam serial itu para pendekarnya melompat-lompat dari satu batu ke batu besar lainya. Kali ini anggap saja saya berperan sebagai salah satu pendekar dengan backpack di punggung. Jika ada skenarionya, mungkin kisahnya tentang seorang pemuda yang hendak bersemedi di gua air. Tapi saya menepis skenario itu, menganggapnya kekanak-kanakan.
Dan taktala menemukan ceruk berbentuk piala dengan dua larik putih di kiri-kanannya, tahulah saya bahwa disanalah air terjun itu. Larik putih yang saya maksud, tak lain-tak bukan merupakan aliran air yang jatuh dari atas tebing. Saya berdiri terpaku diam. Ini pemandangan yang melumerkan semua pengorbanan yang saya pertaruhkan sedari tadi.

Ceruk tebing yang berbentuk piala itu melontarkan saya pada kisah sensasional Dan Brown "da Vinci Code". Barangkali sutradara Ron Howard tak tahu bahwa di Maumere sini terdapat air terjun yang di sembunyikan oleh dinding tebing berwujud mirip Holy Grail.

Air terjun Murusobe adalah air terjun kembar. Saya taksir tingginya nyaris 100 meter. Di musim kemarau seperti ini debit airnya masih lumayan banyak, pastinya dua kali berlimpah apabila musim penghujan. Airnya ternyata sangat dingin. Membasuh wajah dan kaki serta merta menghapus penatku. Karena saya termasuk petualang yang tak cepat puas, saya biasanya suka berlama-lama di obyek yang saya kunjungi. Hal ini berlaku juga di Murusobe, bahkan karena suasana sejuk dan mistisnya membuat saya tidak hanya lahap menyantap bekal tapi juga diberondong kantuk yang luar biasa. Ya, saya pun hanyut dibuatnya. Memejamkan mata dan terlelap selama 45 menit. Benarlah ucapan Leonardo da Vinci, " Water is the driver of Nature."
Saya membuat banyak foto. Walaupun tanpa membawa tripod, saya berupaya menyeimbangkan kemampuan hand-heldku. Untuk menciptakan efek long exposure pada air tanpa dibekali ND Filter, saya menurunkan brightness lalu menyetel speed beberapa kali hingga saya anggap cukup.

SETELAH puas menikmati Murusobe, saya pun meninggalkan lembah sejuk ini. Sesampainya di sekolah, tempat saya memarkir sepeda motorku, bocah-bocah tadi berlarian muncul. Mereka tadinya hendak menemani saya, tapi lantaran saya lama memarkir sepeda motorku, niat mereka pun berubah. Tak apa, toh begitulah anak-anak.

Pulang ke kota Maumere, saya memilih rute yang berlawanan. Setali tiga uang dengan rute kedatangan, kondisi jalannya sama-sama bobrok. Dua kali saya harus melepas sepatu karena harus menyeberangi sungai. Namun saya cukup bangga, ternyata dengan sepeda motor kecilku, saya sanggup menggapai Murusobe.
Mau ikut gila dan nekad menikmati Murusobe? Cukup ikuti kata hatimu...

--------------------------------------------------------
AYO KE MURUSOBE

Hal umum:
Air terjun Murusobe terletak di Kecamatan Tanawawo, Wolofeo. Berada di bagian barat, kira-kira 45 km dari Maumere, ibukota kabupaten Sikka.
How to Go: Dari Maumere dengan mobil/sepeda motor, pilih rute trans Flores ke arah Ende. Sampai di Lekebai (Kec. Mego), anda akan menemukan jembatan ramping panjang bernama jembatan Kaliwajo. Lewati jembatan itu dan langsung berbelok ke kanan jalan.
Terdapat dua rute pilihan: 1. Rute ke pasar Tanawawo. Ini hanya bisa diakses dengan sepeda motor. 2, Rute desa Bhera, sedikit lebih lama treknya tapi kondisi jalan bisa dilalui oleh mobil.
Need to Bring: Bekal makanan.
More Info: Area air terjun tidak terjangkau sinyal ponsel. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah musim kering.



WARNING:
semua Foto adalah produk pribadi. Pemanfaatan untuk kepentingan publisitas komersial tidak diijinkan tanpa pemberitahuan. Thanks.

0 comments:

Belajar Gitar Otodidak


Akhirnya setelah sekian lama... bisa update lagi.. hehe..

Belajar gitar lagi... yupz belajar gitar memang menyenangkan, karena gitar banyak banget pengaplikasiannya dalam musik. Lagi pula, gitar bisa dimainkan meski tanpa alat musik lain. Bisa buat genjreng sambil nyanyi sama temen temen, atau sekadar ngilangin suntuk saja.

Nah buat yang baru belajar gitar, atau yang belum bisa main gitar dan ingin belajar, kali ini saya ingin berbagi tentang tips belajar gitar secara otodidak( tanpa guru ).

Yap.. gitar merupakan salah satu alat musik yang paling fleksibel, karena bisa dipelajari meski tanpa kursus sekalipun.

Sebetulnya, untuk belajar alat musik kita harus melalui dua tahap, yaitu pengenalan nada dan partitur, serta praktek secara tekniknya. Nah, dengan belajar secara otodidak, kita melewati tahap pengenalan partiturnya. Sehingga langsung kita praktek secara langsung dengan alat musik.

Belajar secara otodidak, nyatanya lebih mudah. Bahkan, orang yang akan mempelajari teori dengan kursuspun sebaiknya sudah bisa menguasai teknik secara praktikal.
Oke berikut ini tipsnya..


Tips Belajar Gitar Secara Otodidak


Mengenal Jenis Musik
Ini sangat essensial, karena lebih baik mengenal terlebih dahulu jenis musiknya. Usahakan lagu-lagu balad, baik rock balad,pop, atau alternatif balad. Kenapa balad? Karena dlm jenis musik ini instrumen gitar sering digunakan.

Mempunyai Gitar
Walaupun ga wajib juga sih.. tp lebih bagusnya punya. Trus pilih juga jenis gitarnya, bisa elektrik atau akustik. Tp lebih baik untuk permulaan pilih akustik dan senar nylon untuk mempermudah proses adaptasi jari.

Mengenal Chord
Ini yang ga kalah penting, tanpa chord berarti ga bakal bisa main gitar. Pelajari dulu chord dasar, seperti Am, Em,D,E, F, dsb.. baru setelah lancar pelajari jenis chord lain yang lebih kompleks.
Tips juga, pelajarilah chord-chord lagu yang kita suka. Karena dengan kita suka lagunya maka akan lebih mudah untuk mengertinya, dan pastinya lebih fokus dan cepat bisa.

Ngulik
Ngulik? yupz.. Belajar mencari chord/kunci lagu sendiri sambil mendengarkan kaset ato CD. Berfungsi untuk melatih kepekaan /sense. Tapi pastikan temen-temen udah pahan dan tahu chord secara dasar.

Mencari Tandem
Kalo udah bisa dengan tahap-tahap tadi, sekarang giliran untuk upgrade kemampuan. Cari orang-orang yang temen-temen anggap jago maen gitar atau paling ga, bisa main gitar. Karena sharing/berbagi pengetahuan bikin kita tahu lebih banyak lagi yang belum kita tahu.
Tekun
Yang terakhir tekun, jangan pernah putus asa dan menyerah. Ingat musisi besar seperti Melly goeslaw dan Paul McCartney pun belajar musik secara otodidak. Dan ingat juga kalo Steve Vai ( salah satu solo guitarist top dunia) pernah bilan:" untuk bisa bermain gitar sangat cepat, kamu harus memulai dengan sangat lambat"

Jadi tetap semangat ya?!! Semoga bermanfaat.

Baca Sumber Lengkap: http://gitar.ayayank.com/2009/11/belajar-gitar-otodidak.html#ixzz1znZcKqmE

0 comments: